Minggu, 16 September 2007

A Poem From Abu Izz


“Seperti untaian manik-manik,

hidup ini mengalir menyusuri alur-alur jari yang bergerak

Seperti angin, hidup ini bertiup menerbangkan debu

Seperti air yang mengalir, hidup ini mengetahui tempatnya meresap

Adakah hal tersisa untuk dibanggakan darimu wahai jiwa?

Adakah hal-hal yang agung untuk diperjuangkan?

Saya berkata kepadamu, bukannya bulan tidak terlihat karena awan

Tapi ia sekarang malu melihat orang berlumur dosa

Dan bukannya matahari tidak terlihat karena malam

Tetapi ia sedang bersedih banyak orang meninggalkan agama”

Tidak ada komentar: