MALAM PERTAMA ~
Apabila menyebut malam pertama, pasti semua orang akan terbayang satu malam yang penuh dengan keindahan dan kenikmatan. Nikmat duniawi yang tiada tara! Ya, satu malam di mana pasangan pengantin baru yang sah bergelar suami isteri setelah diijab qabulkan akan bersatu, berpadu kasih lahir dan batin. Malam penuh kebahagiaan!
Pernahkah terbayang dan terlintas di benak pikiran kita satu malam lain yang juga dinamakan malam pertama, namun dianya bukanlah malam pertama perkawinan?
Pernahkah engkau melihat kuburan? Pernahkah engkau melihat gelapnya kuburan?Pernahkah engkau melihat sempit dan dalamnya liang lahat? Pernahkah engkau membayangkan kengerian dan kedahsyatan alam kubur? Sadarkah engkau bahwa kuburan itu dipersiapkan untukmu, untukku dan untuk orang-orang selain kita? Bukankah telah silih berganti engkau melihat teman-teman, orang-orang tercinta dan keluarga terdekatmu diusung dari dunia fana ini ke kuburan? Apakah Malam Pertama Kita di Alam Kubur nanti asyik dan nikmat atau penuh derita dan sengsara?
Wahai anak Adam, apa yang telah engkau persiapkan saat malam pertamamu nanti di alam kubur? Tidakkah engkau tahu, bahwa ia adalah malam yang sangat mengerikan. Malam yang menyebabkan para ulama serta orang-orang yang soleh menangis dan orang-orang bijak mengeluh. Kala itu kita sedang berada di dua persimpangan dan di dunia yang amat berbeda.
Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kemudian hanyalah kepada kami kamu dikembalikan. (QS Al Ankabut (29): 57)
Suatu hari pasti engkau akan tinggalkan tempat tidurmu (di dunia), dan ketenangan pun menghilang darimu. Bila engkau berada di kuburmu pada malam pertama, demi Allah, pikirkanlah untung nasibmu dan apa yang akan terjadi padamu di sana?
Hari ini kita berada di dunia yang penuh keriangan dengan anak-anak, keluarga dan sahabat, handai taulan, dunia yang diterangi dengan lampu-lampu dengan pelbagai warna dan sinar, dunia yang dihidangkan dengan pelbagai makanan dan minuman yang lezat-lezat serta, tetapi pada keesokannya kita berada di malam pertama di dalam dunia yang kelam gelap-gelita, lilin-lilin yang menerangi dunia adalah amalan-amalan yang kita lakukan, dunia sempit yang dikelilingi tanah dan bantalnya juga tanah. Pada saat kita mula membuka mata di malam pertama kita di alam kubur, segalanya amat menyedihkan, pekik raung memenuhi ruang yang sempit, tapi apa daya semuanya telah berakhir. Itukah yang kita mau? Pasti tidak bukan? Oleh itu beramallah dan ingatlah sentiasa betapa kita semua akan menempuhi MALAM PERTAMA DI ALAM KUBUR.
Di dalam usahanya mempersiapkan diri menghadapi malam pertama tersebut, diceritakan bahawa Rabi bin Khutsaim menggali liang kubur di rumahnya. Bila ia mendapati hatinya keras, maka ia masuk ke liang kubur tersebut. Ia menganggap dirinya telah mati, lalu menyesal dan ingin kembali ke dunia, seraya membaca ayat:
Demikianlah keadaan orang-orang kafir itu, hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata: "Ya Tuhanku kembalikanlah Aku (ke dunia).Agar aku berbuat amal yang saleh terhadap yang telah aku tinggalkan. Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja. dan di hadapan mereka ada dinding sampal hari mereka dibangkitkan. (QS Al Mu’minun (23): 99-100)
Kemudian ia menjawab sendiri; “Kini engkau telah dikembalikan ke dunia wahai Rabi.” Pada hari-hari sesudahnya Rabi bin Khutsaim didapati sentiasa dalam keadaan beribadah dan bertaqwa kepada Allah.
Wahai saudaraku, tidakkah engkau menangis atas kematian dan sakaratul maut yang bakal menjemputmu? Wahai saudaraku, tidakkah engkau menangis atas kuburan dan kengerian yang ada di dalamnya? Wahai saudaraku, tidakkah engkau menangis karena takut kepada api Neraka di Hari Kiamat nanti? Sesungguhnya kematian pasti menghancurkan kenikmatan para penikmatnya. Oleh itu, carilah (kenikmatan) hidup yang tidak ada kematian di dalamnya. Ya Allah, tolonglah kami ketika sakaratul maut!
Justru, bersamalah kita pikirkan MALAM PERTAMA ini dengan mata hati.. Semoga cahaya kesadaran bersarang di hati kita dan nur keinsafan tertancap sekaligus melimpahi jiwa-jiwa kita. Semoga kita semua terlepas dari azab kubur dan beroleh nikmat SurgaNya di Akhirat kelak. Amiin Ya Rabbal Alamin.
Wallahu ala wa alam bissawab.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar