Pikiran Awam dan Ahli
Sebuah truk yang besar bergerak melewati jalan di bawah rel kereta api. Truk itu terjepit di antara jalan dan balok penyangga di atas. Semua usaha para ahli untuk membebaskannya tidak berhasil sehingga lalu lintas menjadi macet.
Seorang anak kecil berulang kali mencoba menarik perhatian mandor yang bekerja di situ, tetapi selalu dikesampingkan. Akhirnya dangan sangant gusar mandor itu berkata : ”Saya kira engkau datang untuk mengatakan kepadaku bagaimana caranya menyelesaikan pekerjaan ini?”
“Ya”, kata anak itu. “Coba kempeskan sedikit ban truk itu”.
Dalam pikiran awam terdapat banyak kemuingkinan, dalam pikiran ahli hanya ada satu saja
Seorang anak kecil berulang kali mencoba menarik perhatian mandor yang bekerja di situ, tetapi selalu dikesampingkan. Akhirnya dangan sangant gusar mandor itu berkata : ”Saya kira engkau datang untuk mengatakan kepadaku bagaimana caranya menyelesaikan pekerjaan ini?”
“Ya”, kata anak itu. “Coba kempeskan sedikit ban truk itu”.
Dalam pikiran awam terdapat banyak kemuingkinan, dalam pikiran ahli hanya ada satu saja
Tidak ada komentar:
Posting Komentar