Dalam sebuah perjalanan kereta api, seorang anak muda duduk berhadap-hadapan dengan seorang nenek. Selama lebih dari setengah jam si anak muda sibuk mengunyah-ngunyah permen karetnya. Si nenek terus mencondongkan kepalanya ke wajah anak muda itu. Dan akhirnya berkatalah nenek:
“Nak, terimakasih atas usahamu untuk bercakap-cakap dengan nenek. Tapi perlu anak ketahui bahwa nenek sebenarnya tuli.”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar