Minggu, 23 September 2007

Nenek Sebenarnya ...

Nenek Sebenarnya...


Dalam sebuah perjalanan kereta api, seorang anak muda duduk berhadap-hadapan dengan seorang nenek. Selama lebih dari setengah jam si anak muda sibuk mengunyah-ngunyah permen karetnya. Si nenek terus mencondongkan kepalanya ke wajah anak muda itu. Dan akhirnya berkatalah nenek:

“Nak, terimakasih atas usahamu untuk bercakap-cakap dengan nenek. Tapi perlu anak ketahui bahwa nenek sebenarnya tuli.”

Tidak ada komentar: