Lima Peringatan Iblis La’natullah
Dari Salim bin Abdullah ra, dia berkata, “Tatkala Nuh as sedang naik perahu, beliau melihat laki-laki tua (penjelamaan Iblis) yang sebelumnya tidak pernah dilihatnya. Nuh as bertanya, ‘Apa yang mendorongmu masuk ke perahu ini?’
Orang tua itu menjawab, ‘Aku masuk ke sini untuk mengambil hati rekan-rekanmu bersamaku dan membiarkan badan mereka bersamamu.’
‘Keluarlah hai musuh Allah!’ kata Nuh as
Iblis berkata, ‘Aku akan merusak manusia dengan lima perkara. Aku akan memberitahukan 3 dari padanya dan tidak akan memberitahukan 2 lainnya.’
Lalu Allah mewahyukan kepada Nuh as, ‘Kamu tidak memerlukan 3 perkara itu. Maka suruhlah Iblis memberitahukan yang 2 perkara itu.’
Iblis berkata, ‘Dengan 2 perkara itu aku akan menggoda manusia yaitu dengki dan serakah. Karena dengki aku dilaknat dan dijadikan syetan yang terkutuk. Karena serakah aku memberi kesempatan Adam untuk berada di surga lalu aku dapat menggodanya, sehingga dia pun dikeluarkan dari surga.’
Dari riwayat yang sama, bahwa dia berkata, “Iblis bertemu Musa as, seraya berkata, ‘Wahai Musa, engkau orang yang telah dipilih Allah untuk membawa risalah-Nya dan berbicara kepadamu dengan suatu pembicaraan. Sedangkan aku yang diciptakan Allah, aku berdosa dan ingin bertaubat. Karena itu mintakanlah syafaat kepada Rabb-ku Azza wa Jalla agar Ia mengampuniku.’
Maka Musa as berdoa kepada Allah. Kemudian dikatakan kepada beliau, ‘Wahai Musa kamu telah memenuhi kebutuhanmu.’
Selanjutnya Musa bertemu dengan Iblis dan berkata kepadanya, ‘Engkau diperintahkan untuk bersujud ke kuburan Adam, setelah itu dosamu diampuni.’
Namun Iblis merasa sombong dan menjadi marah, lalu ia berkata, ‘Aku tidak sudi sujud kepadanya selagi masih hidup. Lalu apakah aku harus bersujud kepadanya sesudah mati?’ Lalu Iblis berkata lagi, ‘Hai Musa, engkau mempunyai hak atas diriku karena engkau telah memintakan syafaat bagiku kepada Rabb-mu. Maka ingatlah aku pada saat tiga hal, niscaya aku tidak akan berbuat kerusakan karenanya.
1. Ingat-ingatlah aku tatkala marah. Aku adalah bara di dalam hatimu dan mataku ada di dalam matamu, serta aku berjalan menurut aliran darah.
2. Ingat-ingatlah aku tatkala menghadapi pasukan musuh, karena aku mendatangi anak Adam tatkala berhadapan dengan pasukan musuh, lalu aku aku ingatkan ia pada keluarganya, istrinya, dan anaknya sehingga ia mengundurkan diri dari medan perang.
3. Dan janganlah sekali-kali engkau duduk berdua dengan seorang wanita lain mahrom, karena aku merupakan utusannya bagimu dan merupakan utusnmu baginya.
(Talbis Iblis, Ibnul Jauzy)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar